اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ

فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي

أَوْ قَالَ: عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ

فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ

وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي

أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ

فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي.

 Maksudnya:

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk kepada-Mu dengan ilmu-Mu, memohon ketetapan dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon kurniaan-Mu yang sangat agung kerana sesungguhnya Engkau berkuasa sedang aku tidak berkuasa sama sekali, Engkau mengetahui sedangkan aku tidak, dan Engkau yang mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahawa urusan ini (lalu menyebutkan secara langsung urusan yang dimaksudkan) lebih baik bagi diriku dalam agama, kehidupan dan akhir urusanku – atau mengucapkan: baik dalam waktu yang dekat mahupun yang akan datang – maka tetapkanlah ia bagiku dan mudahkanlah ia untukku. Kemudian, berikan berkah kepadaku dalam menjalankannya. Jika Engkau mengetahui bahawa urusan ini buruk bagiku dalam agama, kehidupan dan akhir urusanku – atau mengucapkan: baik dalam waktu yang dekat mahupun yang akan datang – maka jauhkanlah urusan itu dariku dan jauhkanlah aku darinya, serta tetapkanlah yang baik itu bagiku di mana pun kebaikan itu berada. Kemudian, jadikanlah aku orang yang redha dengan ketetapan tersebut.

 —————–

ya Allah show me the way….  (>-<)

SABAR itu kan separuh dari IMAN.. sabar itu juga ada tahapnya. jom baca sini😉

http://nurjeehan.hadithuna.com/2008/01/sabar-senjata-mulia-hadapi-ujian/

dan sini utk makna HIJRAh

http://multazimah.blogsome.com/2008/01/25/memahami-makna-hijrah/

bestt input ni.. 4 jenis HIJRAH :

a. Hijrah I’tiqodiyyah
I’tiqodiyah atau keyakinan adalah sesuatu yang menjadi penentu setiap amal kita. Tanpa sebuah keyakinan dalam setiap amal, niscaya tidak akan sukses amal tersebut. Karena begitu pentingnya i’tiqodiyah dalam diri kita, maka inilah sesuatu yang pertama kali harus kita hijrahkan. Hijrah menuju i’tiqodiyah yang benar.

b. Hijrah Fikriyyah
Fikriyah secara bahasa berasal dari kata fiqrun yang artinya pemikiran. Seiring perkembangan zaman, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, seolah dunia tanpa batas. Berbagai informasi dan pemikiran dari belahan bumi bisa secara online kita akses. Sebenarnya tak jadi maslah selama informasi dan pemikiran tersebut sejalan dengan Islam, karena hal itu justeru akan memperkaya tsaqofah keIslaman kita. Yang jadi masalah adalah apabila pemikiran tersebut menyimpang dari ajaran Islam, dan lebih parah lagi kita tak menyadarinya. MAka tak diragukan lagi, pasti kita akan terpengaruh olehnya.

c. Hijrah Syu’uriyyah
Syu’uriyah atau cita rasa, kesenangan, kesukaan dan semisalnya, semua yang ada pada diri kita sering terpengaruhi oleh nilai-nilai yang kurang Islami. Banyak hal seperti hiburan, musik, bacaan, gambar/hiasan, pakaian, rumah, idola, organisasi, partai dan banyak lagi, semua tak luput dari pengaruh nilai-nilai di luar Islam. Kalau kita perhatikan, hiburan dan musik seorang muslim tak jauh beda dengan hiburannya para penganut paham permisifisme dan hedonisme, berbau hura-hura dan senang-senang belaka. Padahal tidak ada hiburan dan musik seorang muslim yang lebih baik dari pada lantunan ayat-ayat Al-Qur’an.

d. Hijrah Sulukiyyah
Suluk berarti tingkah laku atau kepribadian atau biasa disebut juga akhlaq. Dalam perjalanannya akhlaq dan kepribadian manusia tidak terlepas dari degradasi dan pergeseran nilai. Pergeseran dari kepribadian mulia (akhlaqul kariimah) menuju kepribadian tercela (akhlaqus sayyi’ah).

*****   berat hati untuk melepaskan, namun lagi berat untuk meninggalkan.. HIjrah itu pasti perlu pengorbanan, sama ada bekorban, terkorban dan dikorbankan.. konsep ekonomi dipanggil KOS MELEPAS. ikut kata hati.. tapi, bukan berfikir melalui EMOSI. bukan mudah utk melakukan hijrah ini tapi ia perlu utk lebih mentafsir, tadabbur bumi Allah yang luas ini.😉

insyaallah bila tiba masa, ss akan pergi jua.. yg pasti pergi tak kembali itu confirm, cume bile? di mana? wallahu’alam. skema jawapan pada yg Maha Pencipta.. buat pelayar blog ss.. just move on, once u’ve the WAy.. u stick the decision. lets MOVE😉

pen off here.. mode -thinking so long-long.. termenung.. memuhasabah..introspek diri ss (“-)